Make your own free website on Tripod.com

PENUTUP 

 

A. Kesimpulan

1.         Rehabilitsi hutan dan lahan merupakan suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan peranannya dalam menjaga sistem kehidupan tetap terjaga.

2.         Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan diutamakan pelaksanaannya melaui pendekatan partispatif dalam rangka mengembangkan potensi dan memberdayakan masyarakat.

3.         Sejauh ini Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang terdiri dari kegiatan Hutan Rakyat dan Penanaman Pohon Kehidupan sudah cukup berhasil. Meskipun masih ada kelompok masyarakat tertentu yang masih tidak begitu antusias dengan program tersebut.

4.         Untuk menanggulanggi hal tersebut di atas, Dinas Kahutanan dan Perkebunan melaksanakan program rehabilitasi hutan dan lahan yang antara lain kegiatnnya adalah :

-         Kegiatan Penanaman Pohon (PPK) Kehidupan yang dikhususkan untuk masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan lindung.

-         Kegiatan Huta Rakyat (HR). Kegiatan diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di luar kawasan hutan tapi pencahariannya bergantung pada hasil hutan dekat masyarakat tersebut berdomisili.

5.         Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan yang dimulai dari sosiaslisasi kegiatan pada masyarakat dalam bentuk kegiatan penyuluhanyang dilaksanakan satu tahun sebelum program rehabilitasi huta dan lahan dijalankan,pembentukan kelompok tani, pengadaan bibit, penanaman, pemeliharaan sampai dengan pengawasan.

6.         Dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak sepenuhnya dapat dijalankan sesuai dengan yang direncanakan. Masih terdapat beberapa kendala yang menjadi faktor penghambat kelancaraan program tersebut, antara lain :

-         Pemahaman sebagian masyarakat tentang arti pentingnya kelestarian hutan masih minim.

-         Semakin luasnya kawasan hutan yang terdegradasi akibat pengrusakan baik yang disengaja atau pun tidak, seperti illegal logging, kebakaran hutan dan lain sebagainya.

-         Kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Kehutanan dan Perkebuanan Kabupaten Kapuas Hulu masih terbatas dan belum memadai, serta kendala lainnya. 

B. Saran

1.         Dalam pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan, Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kapuas Hulu harusnya lebih pro aktif lagi baik dalam dalam sosialisasi kegiatan, pembimbingan maupun pengawasan kegiatan tersebut agar kegiatan dapat dijalankan lebih terarah dan keinginan masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan hutan yang ada di sekitar mereka secara lestari lebih kuat.

2.         Pemerintah, dalam hal ini Dinas kehutanan dan Perkebunan dapat bertindak bijak dan tegas dalam mengatasi permasalahan sektor kehutanan yang semakin memerlukan perhatian khusus demi keberlangsungan hutan, anak serta cucu kita nantinya yang dipertanyakan masih dapatkah mereka melihat hutan dimasanya nanti.

3.         Berbagai kendala yang dapat menghambat kelancaran pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan menjadi PR bagi Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan agar secepatnya dicari solusi alternatif da jangan dibiarkan masalah tersebut berlarut larut.

4.         Pengawasan terhadap pengelolaan hutan harusnya lebih diperketat lagi serta adanya tindakan tegas dari aparat terkait terhadap berbagai kegiatan yang dapat menyebabkan semakin terancamnya kelestarian hutan .

5.         Dalam pelaksanaan Praktek Lapang, penetapan waktu hendaknya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Instansi terkait dan adanya peran aktif dari pihak Fakultas dalam memberikan solusi terhadap permasalahan tentang sulitnya mencari lokasi PL. Universitas Tanjungpura sebagai institusi pendidikan tertinggi, seharusnya bisa memberikan presure terhadap institusi diluarnya dalam memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas mahasiswanya terkhusus kehutanan yang telah berstatus fakultas dalam menghasilkan output intelektual-intelektual baru yang berkualitas dibidangnya dalam misi membangun kembali medan kerjanya sendiri (hutan kal-bar). Terkesan dari mudahnya mahasiswa dari luar kalimantan untuk mendapatkan lokasi praktek di perusahaan yang ada di kal-bar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anggraini, R., 2002, Pengaruh Persentase Naungan Dan Macam Media Pada Pertumbuhan Semai Bedaru (Cantleya corniculata (Becc) Howard) Di Persemaian, Skripsi Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Pontianak (Tidak Dipublikasikan). 

Anonim, 1991, Teknik Pembuatan Tanaman Jati (Tectona grandis L. F), Direktorat Hutan Tanaman Industri, Jakarta. 

Cordes, J. W. H., 1992, Hutan Jati Di Jawa, Yayasan Manggala Sylva Lestari Dan Biro Jasa Konsultan Perencanaan Hutan, Malang. 

Harriyati, I., 2002, Pengaruh Berbagai Dosis Abu Dan Jenis Mulsa Terhadap Petumbuhan Tanaman Lidah Buaya Pada Tanah Gambut, Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. 

Sumarna, Y., 2002, Budi Daya Jati, Penebar Swadaya, Jakarta. 

Wahono, 2002, Budidaya Tanaman Jati (Tectona grandis L. F), Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Kapuas Hulu, Putussibau.